Minggu, 01 Mei 2011

Menyayikan Azan

Bab Azan
Menyayikan Azan
Usul 5 / B;34: Mohon penjelasan bagaimana hokum menyayikan / melagukan Azan sebagimana sering didengar di radio atau tempat-tempat lainnya dengan irama lagu yang merdu, dan bagaimana hokum menjawabnya ?
Jawab: Azan adalah suatu penberitahuan tentang tanda masuknya waktu sholat ( al- I’lam bi dukhulil Wakti ) dan sebagian dari ibadat yang di perlukan ke khusyu’aan kepada Allah SWT. Kalimat yang aling baik untuk mengajak kejalan Allah ialah Azan dengan firmannya di dalam al-Qur’an :
ومن احسن قولا ممن دعا الى الله

Kemudian Azan yang baik adalah azan yang sesuai dengan makhraj-mkhraj hurufnya serta harakat atau maadnya,sesuai pula dengan hokum yang berlaku di dalam ilmu tajwid, dan jadi orang yang menjadi muazzin harus memeliharanya dengan baik agar supaya jangan sampai menimbulkan lahan atau kesalahan , dengan demikian menurut mazhab syafi’I di dalam penjelasannya bahwa azan itu harus di baca dengan baik dan searah menjihad lagunya/ satu lagu
والسنة ان يستمر المذن في اذانه على نغم وا حد
Dan pendapat Para imam pada masalah azan adalah sebaiamana berikut:
a. Imam Ahmad Bin Hambal menjelaskan : melagukan azan itu adalah Makruh
b. Imam Hanafi :melagukan azan itu baik selama tidak merobah kalimat dengan tidak melebihi harkat atau huruf dan lagu yang menimbulkan perobahan makna hukumnya Haram
c. Imam Maliki : Melagukan Azan Hukumnya Makruh karana menghilangkan kekhusu’aan dan bila terlalu banyak pariasinya hukumnya Haram . ( Al-Fiqhu ‘ala Mazhaibil Arbaah jilid I halaman : 321)
Menjawab azan hukumnya adalah sunnat bagi orang yang mendengarkannya selama azan itu tidak terdapat lahan yang sampai merobah ma’na sabda Nabi :
كل عمل ليس عليه امرنا فهو رد ( غير صحيح ) ( ميزان الشعرانى ج 1 ص134)
Dengan Hadits ini kita mendapat pengertian , kalau azan itu di baca dengan lahan sehingga merobah bentuk kalimat itu adalah tidak benar.
Macam-macam yang merobah ma’na :
1. Memanjangkan Hamzah pada lafaz ا كبر
2. Memanjangkan Hamzah pada lafaz ا شهد
3. Memanjangkan Ba’ Pada Lafaz ا كبر
4. Berwaqaf pada Lafaz اله dan memulai dengan الا الله
5. Memanjangkan Alif Pada lafaz الله di depan ha’ , dan alif pada lafaz الصلا ة dan الفلاح dengan melebihi ukuran mad ( At-Tarmasi , Juzu’ II hal , 88 )
Oleh sebab itu orang yang menjadi muazzin harus memelihara dari ke salahan-kesalahan tersebut agar jangan sampai azan itu menjadi batal. Di dalam kitab “ Fathul Jawwad Fi syarhil irsyad di jelaskan sebagai berikut:
(تتمة ) ليحترز من اغلاط تبطل لاذان بل يكفر متعمد بعضها كمد باء اكبر و همزة اشهد و الف الله والصلا ة والفلاح و عدم النطق بهاء الصلاة وغير ذا لك و يحرم تلحينه:.....
Menjawab Azan yang di komandangkan lewat radio , baik di lagukan ataupun tidak adalah tidak sunnat di jawab karena Azan di radio itu bukan muazzin melainkan kaset,sedangkan kaset itu tidak mempunyai kasad (tujuan ) berdasarkan sebuah Hadits yang berbunyi :
قال رسو ل الله صلم : ا ذ ا سمعتم المؤ ذ ن فقولو ا مثل ما يقولوا ( نيل المرام ج 1 ص 108 )
Perbandingannya seperti orang yang membaca ayat sejadah yang timbul bacaan itu dari orang yang sedang tidur atau dari burung suing, maka tidak di sunatkan sujud tilawah karena tidak terdapat kasad
ولو قرا حيو ان اية سجد ة قا ل ا لا سنوي فكلا م الاصحاب مشعربعدم ا ستحباب السجود لقر اء ة النائم و الساهي ( الا شبا ه و النظا ئر ص50 )


Membaca sepotong ayat
Usul : 5/ B;7: Bagaimana hukumnya membaca sepotong ayat yang berbunyi Sebagai Berikut :
ان الله وملا ئكته يصلون علي النبي يا ايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما
Ketika mulai azan atau bang, dan apa perbedaannya seseorang yang membaca selawat?
Jawab: Membaca tayat tersebut sebelum Azan tidak di sunnatkan karena tidak pernah dilakukan baik pada zaman Nabi, Zaman sahabat dan zaman tabi’in bahkan sampai kini di makkah dan madinah tidak pernah di lakukan kalau waktu shalat telah masuk , karana di ikuti I’tiqad orang awam yang mengi’tiqadkan sunnatnya. Sama halnya dengan para sahabat yang melakukan shalat ba’diyah jum’at di rumahnya, dan juga yang di khawatirkan I’tiqad orang awam yang mengi’tiqadkan dua rak’ad ba’diyah itu menjadi pengganti dua raka'at zohor.
Adapun membaca selawat sebelum Azan ada khilaf : ada yang mensunnatkan dan ada yang tidak sebagimana di sebutkan dalam kitab “ fathul Mu’in “ halaman : 31 yang ibaratnya sebagai berikut:
و تسن الصلا ة قبل الا قامة علي ما قال النووي في شرح : البسيط " ثم قال : اما قبل اذان فلم ار في ذ لك شيئا, و قال الشيخ الكبير البكري انها تسن قبلهما.

Lihat Artikel lainya yang berkaitan dengan :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar